Minggu, 05 April 2015

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)



PEMBAHASAN

A.    Kurikulum IPS pada SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies) merupakan kajian tentang manusia, kajian interaksi antara manusia yang satu dengan lainnya. IPS merupakan kajian secara terintegrasi tentang ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk meningkatkan kompetensi kewarganegaraan (civic). Ilmu-ilmu sosial yang terintegrasi di dalamnya adalah antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filosofi, ilmu politik, psikologi, agama dan sosiologi. IPS berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar manusia akan sandang, pangan , papan, harta milik, keamanan, kenyamanan dan impian (Ellis, Arthur K. 1998:2-7).
 IPS merupakan studi secara terintegrasi tentang ilmu sosial dan humaniora untuk meningkatkan kemampuan kewarganegaraan. Tujuan utama membelajarkan IPS adalah membantu anak didik mengembangkan kemampuan membuat keputusan untuk menjadi warga negara yang baik yang memiliki budaya yang berbeda, masyarakat yang demokratis pada dunia yang saling ketergantungan (RobertJ.Stahl:2007).
IPS adalah pelajaran tentang manusia dalam masyarakat pada masa lalu, sekarang, dan yang akan datang, sehingga dalam IPS dibahas ciri kemasyarakatan yang mendasar dari manusia, meliputi studi banding tentang perbedaan-perbedaan rasial dan lingkungan antara manusia yang satu dengan lainnya, dan memerlukan penelitian rinci terhadap berbagai pernyataan (perilaku) mengenai adaptasi manusia terhadap lingkungan hidupnya, serta hubungan antara manusia yang satu dengan lainnya (Purwito:1992).
Empat tujuan dasar dalam membelajarkan IPS menurut Ryan (1971:7) adalah pemahaman skill, nilai dan sikap serta proses berpikir. Konsep-konsep yang terkandung dalam setiap disiplin ilmu yang terintegrasi dalam IPS adalah: (1) sosiologi, meliputi peranan, norma, dan nilai, (2) ekonomi, meliputi barang, layanan/servis, tenaga kerja, dan spesialisasi, (3) antropologi meliputi struktur, fungsi dan budaya, (4) geografi, meliputi spatial interaction, asosiasi wilayah, lokasi.
Geografi, sejarah, dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai, kepercayaan, struktur sosial, aktivitas-aktivitas ekonomi, organisasi politik, ekspresi-ekspresi dan spiritual, teknologi, dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran, kelompok, institusi, proses interaksi dan kontrol sosial.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan  Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), meliputi bahan kajian: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja, 1980;20).
Berdasarkan pemikiran yang dikemukakan di atas, kata kunci yang dapat ditemukan agar guru dapat mengatasi kesulitan tersebut ialah perlunya guru mengembangkan bahan ajar yang tepat. Apabila dalam pelaksanaan pembelajaran nantinya materi pembelajaran yang akan disampaikan bersifat abstrak, maka bahan ajar harus dikemas agar dapat membantu siswa untuk menggambarkan sesuatu yang abstrak menjadi lebih kongkrit sehingga mudah dicerna. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan penggunaan gambar, grafik, tabel, diagram, foto, audiovisual, skema, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan materi yang rumit, guru harus dapat menjelaskan dengan cara yang sederhana, mudah dipahami dan disesuaikan dengan tingkat berfikir dan nalar siswa. Inilah yang mendasari alasan mengapa guru perlu mengembangkan bahan ajar.

B.     Konsep KTSP
Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Menurut pandangan lama, kurikulum merupakan kumpulan mata-mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar.
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (1), dan (2) sebagai berikut:
a.       Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
b.      Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut:
KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah kepemimpinan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang otonominya luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.
KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satuan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, di samping menunjukkan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisien, dan pemerataan pendidikan. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntunan, dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum. Pada sistem KTSP, sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan tersebut, sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi, menentukan prioritas, megendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah.
Dalam KTSP, pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. Badan ini merupakan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikan yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan operasional untuk mencapai tujuan sekolah.


C.    Tujuan KTSP
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.
Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk:
a.       Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
b.      Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama.
c.       Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai.
Memahami tujuan di atas, KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan dewasa ini. Oleh karena itu, KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikan, terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut:
a.       Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan lembaganya.
b.      Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
c.       Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya.
d.      Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar.
e.       Sekolah dapat bertanggungjawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orangtua peserta didik, dan masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP.
f.       Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat.
g.      Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat, serta mengakomodasikannya dalam KTSP
Pada Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut ini :
1.      Mengenal  konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan  masyarakat dan lingkungannya
2.      Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,  inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3.      Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4.      Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

D.    Ciri-Ciri KTSP
Adapu yang menjadi cirri dari KTSP antara lain:
a.       KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah.
b.      Orangtua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
c.       Guru harus mandiri dan kreatif.
d.      Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.
Bahan atau materi kurikulum dapat bersumber dari disiplin ilmu baik yang berumpun ilmu-imu sosial (social science) maupun ilmu-ilmu alam (natural science). Selanjutnya yang perlu diperhatikan ialah bagaimana cakupan dan keluasan serta kedalaman materi atau isi dalam setiap bidang studi.

E.     Kelebihan dan Kekurangan KTSP
Kelebihan-kelebihan dari KTSP dapat disimpulkan dalam beberapa point sebagai berikut :
     1.      Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
     2.      Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
     3.      KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.
     4.      KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.
     5.      KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam KTSP maupun penerapannya, di antaranya adalah sebagai berikut:
    1.      Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada.
     2.      Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.
     3.      Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.
     4.      Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru.
.
F.     Komponen Kurikulum
Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan memiliki komponen pokok dan komponen penunujang yang saling berkaitan, berinteraksi dalam rangka dukungannya untuk mencapai tujuan itu. Komponen tersebut menurut Sukmadinata (2008: 102 – 112) meliputi:
     1.      Tujuan
Kurikulum merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di Sekolah dapt diukur dari seberapa jauh dan banyaknya pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap kurikulum lembaga pendidikan, pasti dicantumkian tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan (Sukmadinata, 2008: 103).
Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976, dikenal kategori tujuan sebagai berikut:
  a.    Tujuan pendidikan nasional (tujuan jangka panjang) tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia
  b.   Tujuan institusional, merupakan sasaran pendidikan suatu lembaga pendidikan
  c.    Tujuan kurikuler, merupakan tujuan yang ingin dicapai suatu program studi
  d.   Tujuan instruksional merupakan target yang ingin dicapai oleh suatu mata pelajaran
  e.    Tujuan instruksional umum dan khusus merupakan target yang ingin dicapai suatu mata pelajaran. Perbedaan antara tujuan instruksional umum dan khusus adalah tujuan. Tujuan pembelajaran umum lebih bersifat abstrak, pencapaian-nya memerlukan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan pencapaian tujuan pembelajaran khusus. Dalam pembelajaran di kelas, tujuan pembelajaran khusus yang diutamakan karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya.

     2.       Materi Ajar atau Isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada (Sukmadinata, 2008: 105).
Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan isi kurikulum. Kriteria-kriteria tersebut adalah:
a.       Signifikasi, yaitu konten sebaiknya penting bagi suatu disiplin atau tema studi,
b.      Validitas yaitu konten sebaiknya otentik dan akurat,
c.       Relevansi sosial, yaitu konten sebaiknya sesuai dengan nilai moral, cita-cita, permasalahan sosial, isu kontroversial, dan sebagainya untuk membantu siswa menjadi anggota masyarakat,
d.      Kegunaan, yaitu konten sebaiknya berguna untuk mempersiapkan siswa menuju kehidupan dewasa,
e.       Kemampuan, yaitu konten sebaiknya sesuai dengan tingkat kemampuan siswa,
f.        minat, yaitu konten sebaiknya berkaitan dengan minat siswa.

      3.      Strategi Pengajaran
Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran. Tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pembicaraan strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pembicaraan strategi pengajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaan, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbiungan dan mengatur kegiatan, baik yang secara umum berlaku maupun yang bersifat khusus dalam pengajaran (Sukmadinata, 2008: 106).

      4.      Media
Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pemakaian media dalan pengajaran secara tepat terhadap pokok bahasan yang disajikan pada peserta didik akan mempermudah peserta didik dalam menanggapi, memahami isi sajian guru dalam pengajaran (Sukmadinata, 2008: 108).

       5.      Evaluasi Pengajaran
Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan, bahan ajar, strategi mengajar, dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan (Sukmadinata, 2008: 109).

       6.      Penyempurnaan Pengajaran
Hasil-hasil evaluasi, baik evaluasi hasil belajar, maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan, merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. Komponen apa yang disempurnakan, dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi, pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurnakan (Sukmadinata, 2008: 112).




Kesimpulan
1.      Kurikulum adalah aktivitas dan kegiatan belajar yang direncanakan, diprogramkan bagi peserta didik di bawah bimbingan sekolah, baik di dalam maupun luar sekolah. Sebagai suatu rencana pengajaran, kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disajikan, kegiatan pengajaran, alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran.
2.      KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah kepemimpinan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.
3.      Kurikulum memunyai enam komponen yaitu (1) tujuan, (2) materi ajar, (3) strategi pembelajaran, (4) media, (5) evaluasi pengajaran dan (6) penyempurnaan pengajaran.



 
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zaenal. 2011. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Nasution, S. 2006. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Subandijah. 1993. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta : PT Raja Grafindo.
Sudjana, Nana. 2005. Dasar – Dasar Proses Mengajar. Bandung : Sinar Baru Albensindo.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya

Contoh Soal Bentuk Tes

URAIAN
Bentuk tes uraian atau esai adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dalam bahasa sendiri.

Contoh Soal :
1.      Apa perbedaan dari interaksi sosial dengan proses sosial?
2.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan sosialisasi?
3.      Dilihat dari prosesnya, bagaimana tahapan dari sosialisasi?
4.      Deskripsikan dengan contoh bagaimana seseorang tersebut melakukan simpati terhadap orang lain?
5.      Bagaimana suatu interaksi berada dalam bentuk asosiatif dan dissosiatif?
6.      Identifikasi tujuan dari akomodasi.
7.       Tuliskan bentuk-bentuk dari kontravensi.
8.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsolisasi!
9.      Faktor-faktor apa saja yang mempermudah proses asimilasi?
10.  Apa penyebab terjadinya sebuah konflik?

Kunci jawaban:
1.      Interaksi sosial :  hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam bentuk kerjasama, persaingan atau pertikaian.
Proses sosial :  cara-cara berhubungan para individu maupun kelopok yang saling bertemu, kemudian terjadi perubahan-perubahan yang mampu menggoyahkan cara-cara hidup yang telah ada.

2.      Sosialisasi adalah proses seseorang mempelajaari cara hidup masyarakat untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan nilai, norma dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat.

3.      Tahapan sosialisasi :
a.       Sosialisasi dalam keluarga
b.      Sosialisasi dengan teman sepermainan
c.       Sosialisasi dalam sekolah
d.      Sosialisasi dengan masyarakat
4.      Contoh seseorang melakukan simpati:
Ketika terjadi musibah tsunami di Aceh, banyak sekali orang yang turut prihatin dengan kejadian tersebut, tak sedikit orang yang datang menjadi relawan untuk mencari para korban tsunami, selain menjadi relawan banyak orang yang memberikan sumbangan untuk keperluan para korban yang selamat dari musibah tersebut.

5.      Interaksi asosiatif : ketika interaksi tersebut dapat meningkatkan solidaritas atau mempererat hubungan antar individu
Interaksi dissosiatif : ketika interaksi tersebut dapat merenggangkan hubungan atau solidaritas antar individu

6.      Tujuan akomodasi :
a.       Mengurangi pertentangan
b.      Mencegah pertentangan untuk sementara
c.       Memungkinkan adanya kerjasama
d.      Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial

7.      Bentuk-bentuk kontravensi :
a.       Penolakan
b.      Keengganan
c.       Perlawanan
d.      Perbuatan menghalang-halangi
e.       Protes
f.       Mengecewakan rencana pihak lain

8.      Konsolisasi adalah usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan kedua belah pihak yang berselisisih.

9.      Faktor-faktor yang mempermudah proses asimilasi :
a.       Toleransi
b.      Sikap menghargai orang lain/asing
c.       Sikap terbuka yang dimiliki pemimpin
d.      Persamaan unsur-unsur kebudayaan
e.       Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi

10.  Penyebab terjadinya sebuah konflik adalah karena masing-masing pihak yang melakukan interaksi tidak menemukan kesepahaman mengenai sesuatu yang kemudian berlanjut menjadi adu kekuatan sehingga timbullah konflik yang bersifat sementara atau terus-menerus.

JAWABAN SINGKAT
Bentuk tes jawaban singkat adalah soal yang menghendaki jawaban dalam bentuk  kata, bilangan, kalimat atau simbol dan jawabannya hanya dapat dinilai benar atau salah. Ada dua bentuk tes jawaban singkat , yaitu bentuk pertanyaan langsung dan bentuk pertanyaan tidak lengkap.

Contoh Soal :
1.      Syarat peta yang menyatakan bahwa dalam membuat peta bentuknya harus sebangun dengan keadaan sebenarnya disebut....
2.      ....digunakan untuk mengetahui keterangan simbol dan warna pada peta.
3.      Garis khayal yang menunjukkan lintang 0o disebut garis....
4.      Kota yang ada di Pulau Kalimantan yang dilalui oleh garis bujur 0o adalah kota....
5.      Skala 1 : 100.000 pada peta maka termasuk ke dalam jenis skala....
6.      Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut….
7.      Komponen atlas yang berfungsi untuk memudahkan pengguna untuk mencari letak suatu tempat atau objek disebut…
8.      Letak bujur 0o yang menjadi patokan penanggalan internasional terletak di kota….
9.      Kenampakan yang berupa perairan, seperti lautan, samudera, teluk, selat, danau dan sebagainya disebut kenampakan….
10.  Tiruan bola bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk bumi sehingga mendekati bentuk sebenarnya atau dengan kata lain disebut miniature bumi adalah pengertian dari….

Kunci Jawaban:
1.      Konform
2.      Legenda
3.      Khatulistiwa
4.      Pontianak
5.      Kecil
6.      Kartografi
7.      Indeks
8.      Greenwich, London
9.      Hidrografi
10.  Globe


MENJODOHKAN

Tes objektif  bentuk matching sering dikenal dengan istilah tes menjodohkan, tes mencari pasangan, tes menyesuaikan, tes mencocokkan dan tes mempertandingkan.

Contoh Soal:
Bacalah soal-soal berikut ini dengan baik dan tentukan satu jawaban yang paling tepat dari pilihan jawaban yang telah tersedia.
1.       ____  Tempat terjadinya peristiwa cuaca seperti awan, hujan, petir, angin.
2.       ____  Unsur-unsur gas penyusun atmosfer yang terbesar.
3.       ____ Gas yang terdapat pada atmosfer yang dipergunakan untuk mengisi balon udara
4.       ____  Lapisan atmosfer yang di dalamnya terdapat lapisan ozon.
5.       ____  Keadaan udara pada waktu yang relatif singkat dan pada tempat yang relatif sempit.
6.       ____  Alat untuk mengukur kecepatan angin.
7.       ____  Gerakan udara yang tidak teratur.
8.       ____  Alat untuk mengukur tekanan udara.
9.       ____  Awan yang mencapai permukaan bumi.
10.   ____  Hujan yang terjadi di daerah pegunungan.

Pilihan jawaban :
A. Stratosfer
E. Barometer
K. Orografis
B. Cuaca
F. Anemometer
L. Kabut
C. Helium
G. Nitrogen

D. Turbulensi
H. Troposfer



Kunci Jawaban :
1.   Troposfer                                                   6.  Anemometer
2.   Nitrogen                                                    7.  Turbulensi
3.   Helium                                                      8.  Barometer
4.   Stratosfer                                                  9.  Kabut
5.   Cuaca                                                        10. Orografis


  
BENAR-SALAH
Tes objektif bentuk true-false adalah salah satu bentuk tes objektif dimana butir-butir soal yang diajukan dalam tes hasil belajar itu berupa pernyataan (statement), pernyataan ada yang benar dan ada yang salah.

Contoh Soal :
Petunjuk Pengerjaan Soal:
Lingkarilah jawaban yang tepat (B atau S) untuk pernyataan dibawah ini.
  1. (B/S) Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut kartografi.
  2. (B/S) Salah satu syarat peta yang menyatakan bahwa bentuknya harus sebangun dengan keadaan sebenarnya adalah ekuivalen.
  3. (B/S) Inset peta adalah komponen peta yang menunjukkan keterangan-keterangan pada peta.
  4. (B/S) Miniatur bumi disebut globe.
  5. (B/S) 10 sama dengan 111 km.
     6. (B/S) Garis bujur adalah garis yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan.
     7. (B/S) Contoh skala kadaster adalah peta provinsi .
  1. (B/S)  Kenampakan hipsografi adalah kenampakaan berupa bentang alam daratan.
  2. (B/S)  Planimetri adalah jenis peta yang merupakan gambaran 3 dimensi.
  3. (B/S)  Komponen atlas yang memudahkan pengguna mencari letak suatu objek disebut daftar isi.

Kunci Jawaban: 
 1.  B                                                          6.   B
 2.  S                                                          7.   S
 3.  S                                                          8.   B
 4.  B                                                          9.   S
5.  B                                                         10. S




PILIHAN GANDA


1.     Zaman kebudayaan batu tua disebut juga....
            a.       Zaman Palaeolitikum                                      c.  Zaman Mesolithikum   
            b.      Zaman Neolithikum                                        d.  Zaman Megalithikum

2.  Hasil kebudayaan Zaman Praaksara yang berbentuk keranda, seperti lesung tetapi mempunyai tutup, dinamakan....
                                a.      Sarkopagus             b.  Dolmen           c.  Menhir                d.  Kubur batu  


3. Hasil penyelidikan Von Hiene Geldern tentang penyebaran kapak persegi, menyimpulkan bahwa jenis Homo Sapiens berasal dari....
            a.       Campa, Indocina                                             c.  Indonesia 
            b.      Arab                                                                d.  India

4.  Hubungan antara orang perorangan, perorangan dengan kelompok manusia dan antara kelompok manusia dengan kelompok manusia disebut . . . .
a.       Interaksi sosial                                    c.  Sosialisasi
b.      Proses sosial                                        d.  Kontak sosial

5.   Dasar dari proses sosial adalah . . . .
a.       Interaksi sosial                                    c.  Manusia
b.      Perubahan sosial                                  d.  Komunikasi sosial

6. Social order terbentuk apabila terdapat . . . .
a.       Peraturan dari pemerintahan setempat
b.      Aturan yang dilanggar oleh masyarakat
c.       Aturan sosial yang berlaku dipatuhi oleh masyarakat
d.      Hubungan antara individu dan kelompok

7. Di bawah ini merupakan ciri-ciri terbentuknya ketertiban sosial kecuali :
a.       Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang berlaku
b.      Individu / kelompok memahami dan mengetahui nilai dan norma yang berlaku
c.       Masing-masing anggota masyarakat mengatur orang lain
d.      Individu / kelompok mentaati nilai dan norma dengan baik

8.  Proses pendidikan/latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu kebudayaan dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya. Merupakan pengertian sosialisasi menurut . . . .
a.       Gillin dan Guire                                  c.  Laurence
b.      Guire                                                   d.  George Herbert Mead

9.  Faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi meliputi faktor dari dalam dan faktor dari luar diri seseorang. Di bawah ini merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, kecuali:
a.       Biologis
b.      Tingkat kecerdasan / intelegensi question (IQ)
c.       Warisan orang tua
d.      Tingkat emosional / emotional question (EQ)

10.  Seorang anak diajarkan untuk mencium tangan orang tuanya. Proses sosialisasi ini digolongkan sebagai sosialisasi . . . .
a.       Primer                          b.  Sekunder                c.  Tersier                     d.  Kuarter

11.  Di bawah ini merupakan contoh sosialisasi yang dapat membentuk kepribadian seorang anak, yaitu :
a.       Setiap pagi Tina membantu ibunya memasak di dapur
b.      Rapat RT diadakan pada waktu malam hari
c.       Doni pulang sekolah jam 13.00
d.      Di pertigaan jalan samping sekolah terjadi kecelakaan

12.  Di bawah ini merupakan syarat-syarat terjadinya interaksi sosial, kecuali :
a.       Kontak sosial                                      c.  Tindakan sosial
b.      Komunikasi                                         d.  Keinginan

13.  Seorang guru mengajar mata pelajaran IPS di kelas VII A, termasuk bentuk interaksi sosial . . . .
a.       Individu dengan individu                   c.  Guru dengan murid
b.      Individu dengan kelompok                 d.  Kelompok dengan kelompok

14.  Berikut ini merupakan bentuk interaksi sosial antara individu dengan individu, yaitu . . . .
a.       Siti berbincang-bincang dengan Tina
b.      Toni sedang mengajak bicara kucing kesayangannya
c.       Pak Gito sedang memimpin rapat RT
d.      Tawuran antar sekolah terjadi di jalan Pramuka

15.  Interaksi sosial yang mengarah/menciptakan kebersamaan, kesatuan dan kerukunan, merupakan pengertian dari . . . .
a.       Proses sosial dissosiatif                       c.  Proses interaksi sosial
b.      Proses sosialisasi                                 d.  Proses sosial assosiatif

16.  Di bawah ini yang merupakan contoh interaksi sosial dissosiatif adalah . . . .
a.       Koalisi antara beberapa partai politik
b.      Pertikaian antar kelompok preman di Jakarta
c.       Kerjasama antar perusahaan Indonesia dengan perusahaan Australia
d.      Gotong royong di kampung dalam pembuatan jalan

17.  Pengaruh, pandangan, atau sikap yang diberikan seorang individu terhadap individu lain kemudian diterima, dituruti, dilaksanakan tanpa berpikir lagi secara rasional disebut. . . .
            a.       Simpati atau empati                                        c.  Akomodasi
            b.      Indentifikasi                                                    d.  Sugesti

18.  Berikut adalah faktor-faktor yang mempermudah proses asimilasi, kecuali . . . .
            a.       Toleransi                     
            b.      Sikap menghargai
            c.       Adanya musuh bersama dari luar
            d.      Sikap tertutup dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat

19.  Tujuan akomodasi adalah seperti berikut, kecuali . . . .
           a.       Mengurangi pertentangan antarorang perorangan atau kelompok-kelompok manusia    akibat perbedaan paham
            b.      Mencegah pertentangan
            c.       Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah
            d.      Menimbulkan perbedaan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah

20.  Keikutsertaan merasakan apa yang dirasakan orang lain disebut . . . .
            a.       Simpati atau empati                                        c.  Akomodasi
            b.      Indentifikasi                                                    d.  Sugesti
 


KUNCI JAWABAN

1.         A
2.         A
3.         A
4.         A
5.         D
6.         C
7.         C
8.         C
9.         C
10.     A
11.     A
12.     D
13.     B
14.     A
15.     A
16.     B
17.     D
18.     D
19.     D
20.     A